Iklan Dalam Dekapan DKV

"... 'cause visual speaks louder more than words "

            Komunikasi merupakan syarat interaksi yang tak terelakan. Dalam proses yang terjadi tak terbatas pada satu cara saja, yakni verbal. Namun, dapat kita jumpai juga dengan cara tulisan maupun isyarat. Dewasa ini, kita bahkan menemukan cara yang baru dalam berkomunikasi, yakni dengan visual. Bahkan seiring berkembangnya teknologi membuat komunikasi secara visual dikembangkan menjadi visual yang bergerak sampai berupa perbaduan dari visual, pergerakan dan verbal. 
            Belakangan ini, komunikasi secara visual semakin marak di perbincangkan. Hal ini membuat konsentrasi ilmu komunikasi visual menjadi sesuatu yang baru namun memiliki banyak peminat.  Dalam ranah industri kreatif sendiri,komunikasi visual bukanlah barang baru lagi. Hal tersebut sudah berjalan seiringan dalam tubuh industri kreatif sendiri. Hal ini membuat konsentrasi ilmu yang satu ini makin dicari. Terlebih, industri kreatif kini sedang maraknya berkembang dan famous dimata masyarakat.
            Visual bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata. Berasal dari kata Latin videre yang artinya melihat, yang kemudian dimasukkan ke dalam bahasa Inggris visual. Maka komunikasi visual merupakan sebuah sarana menyampaikan pesan lewat gambar. Karena berhubungan dengan gambar, komunikasi visual sendiri butuh perancangan yang bersifat seni. Dari sini, lahirlah istilah Desain Komunikasi Visual (DKV). Lalu sepereti apa DKV (Desain Komunikasi Visual) tersebut ?
            Desain Komunikasi Visual bisa dikatakan sebagai seni menyampaikan pesan (arts of commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yang disampaikan melalui media berupa desain yang bertujuan menginformasikan, mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Seorang desainer komunikasi visual harus mampu untuk mempengaruhi sekelompok pengamat agar kebanyakan dalam target group (sasaran) tersebut memberikan respon positif kepada pesan visual tersebut. Inti dari tugas seorang desainer komunikasi visual sendiri mampu memecahkan persoaln dan memberikan solusi nya.
            Dalam pengaplikasian nya, desain komunikasi visual mampu menembus hampir disemua lini. Mulai dar pendidikan, politik, budaya, bahkan ekonomi. Hal ini pula yang menjadikanya semakin naik daun saat ini. Salah satu nya dalam periklanan atau advertising. Di era moderen ini, bagi kita iklan telah menjadi asupan sehari-hari. Kita menjupai ikaln di handphone,televisi, bahkan di jalan pun kita jumpai. Papan iklan yang kian menjamur, brosur yang tersebar, bahkan poster-poster pada dinding jalan sebagai sarana penyampaian iklan sendiri. Tanpa iklan para produsen dan distributor tidak akan dapat menjual produknya, sedangkan disisi lain para pembeli tidak akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk barang dan jasa yang tersedia di pasar.
            Menurut M. Suyanto (2007: 143) mendefinisikan ”Periklanan adalah penggunaan media bauran oleh penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk, jasa atau pun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat”. Iklan adalah suatu informasi yang bersifat membujuk, menarik perhatian orang untuk tertarik dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Peranan iklan sendiri adalah untuk membangun kesadaran (awareness) pada kepentingan tertentu.
            Misalnya, dalam pemasaran suatu produk, iklan mermiliki peran sebagai pembangun kesadaran (awareness) terhadap keberadaan produk yang ditawarkan, sarana penambah pengetahuan konsumen tentang produk yang ditawarkan, alat pembujuk calon konsumen untuk membeli dan menggunakan produk tersebut dan untuk pembeda  perusahaan   satu dengan perusahaan yang lainnya.
            Ikaln sendiri terbagi menjadi dua, yakni iklan media cetak dan iklan media elektronik. Meski kini elektronik lebih di gandrungi, namun hal itu tak menggeser peran media cetak se bagai media yang dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Media cetak adalah media tertua yang telah digunakan sebagai media periklanan, contohnya saja pada poster dan baliho. Sebuah poster atau baliho pasti disusun sedemikian rupa sehingga menarik perhatian seseorang yang melihat.
            Lalu apa kaitan anatara iklan dan desain komunikasi visual?. Jika kita cermati lebih dalam desain komunikasi sendiri tidak hanya mempelajari tentang gambar, namun juga simbol, tipografi, psikologi, dan bahkan copy writing. Maka, sebuah desain komunikasi visual tidak berdiri sendiri, melainkan berdampingan erat dan saling bersinergi dengan ilmu-ilmu yang lain. Dan hal itu, merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam membangun iklan. Dimana iklan butuh jawaban persoalan yang tepat yang dibungkus tak hanya  dengan penataan visual yang estetik yang menarik, namun juga konten-konten yang menggelitik dan bersifat persuasif. Keduanya dikemas dalam acuan ide yang kreatif dan efektif bagi target  yang dituju. Maka, dapat kita ambil benang merah, bahwa antara desain komunikasi visual memiliki satu pandangan yang sejalur dengan periklanan khususnya media cetak. Untuk membuat ikaln yang efektif butuh desain komunikasi visual yang menmgemasnya.
            Meski masih terdengar asing, desain komukasi visual merupakan salah satu konsentrasi ilmu yang menarik dipelajari. Terlebih untuk perusahaan advertising yang telah mencapai ribuan di Indonesia, hal ini menjadi prospek kerja yang baik. 

Comments

Popular posts from this blog

Rajut kata

Dia

Al-Ghuroba'